//Entah Seberapa Anehnya Ini, Tapi Ayo Kita Coba, Karena menasihati diri sendiri lebih mudah diterima ketimbang menasihati orang lain
Bismillaah
Teruntuk diriku yang belakangan terlampau sedih
Teruntuk diriku yang belakangan merasa sendiri
Teruntuk diriku yang dibelenggu oleh heningnya suasana hati
Teruntuk diriku yang mungkin ingin terus mengetahui
Seluruh rahasia dunia ini
Hey, kemana dirimu yang dulu
Hey, rasanya aku pernah melihatmu
Hey, kau kah itu?
Rasanya itu bukanlah dirimu
Ayolah aku rindu
Iya, pada dirimu…
Ke mana jiwamu itu?
Kawan, kau tak bisa terus begini
Kawan, ingatkah bahwa ada temanmu yang berkata di bulan Mei
“Dalam menghadapi permasalahan di dunia ini tidak boleh merasa sendiri”
Oh, kawan, aku tahu
Sungguh aku ingat tentang itu
Hey, kau ingin dengar cerita? Baiklah aku mulai ceritanya. (Sayangnya diriku enggan). Kau mau tahu satu hal? Aku lebih senang melihatmu senang. Aku lebih senang ketika kau berbicara seorang diri, entah dengan buku, cermin, atau bahkan dengan komputer atau gawai dihadapanmu, aku lebih suka kau yang seperti itu. Kau tahu? Itu lucu. Jujur aku senang melihatmu seperti itu. Namun, apa yang salah dengan dirimu? Kenapa lantas kau terlampau untuk diam? Kenapa kau menarik dirimu dari semua orang? Apakah mereka berbuat salah padamu? (Tentu tidak ini bukan salah mereka)
Ayolah, kemari, oh iya bukankah kau belakangan merasa terus dipanggil? Haha… Kau bingung kan siapa itu? Ketahuilah bahwa itu diriku. Aku memanggilmu, mungkin rasanya aneh karena seolah kau dan aku memiliki jarak sehingga salah satu dari kita memanggil yang satunya.
Hey, ayolah… Bukankah kita telah melewati beberapa masa sulit bersama? Jangan kau pikir aku tidak tahu, aku turut menyaksikan itu semua. Aku tahu kau menangis hanya karena hal kecil, aku ingat di saat kau menghabiskan berhari-hari dengan tangismu tanpa seorang pun tahu kecuali aku. Aku tahu. Aku tahu di bulan yang lalu kau merasakan hal yang sama dengan sekarang dan ingin menangis tapi tak bisa, aku tahu. Tapi bukankah itu semua telah berlalu?
Masih ingat yang terjadi setelah itu? Di bulan baru? Satu kesalahan yang membuatmu dan temanmu menjadi bahagia? Itu memang kesalahan, tapi kau benar-benar membuat kesalahan itu menjadi hal yang indah bahkan takkan kau lupakan. Bukankah temanmu terlampau bahagia? Aku tahu, aku tahu, kau tetap sendiri di dalam sana.
Aku lelah menahan semua ini, kawan. Aku lelah menahan dirimu yang terus begini. Aku lelah. Aku lelah karena saat aku bicara kau terus berpaling. Tapi ayolah. Kau takkan duduk di sana terus. Lihatlah mereka. Apa kau tidak ingin bersama mereka?
Ayolah, karena hanya hanya aku yang kau tanya saat kau mengeluh, hanya diriku yang kau tanya saat kau sedih, hanya aku yang kau ingin sekali dengar jawaban dariku. Tapi kenapa kali ini kau menafikan itu semua?
Ayolah, kawan. Karena burung punya sepasang sayap yang bisa terbang ketika kedua sayapnya utuh. Jika kau sekarang tidak bangkit bagaimana kita bisa terbang?!
Ayolah, kemari… (aku pun mendatanginya, lalu ia mendekapku), aku tidak akan pergi lagi selama kau tidak pergi, jadi kumohon janganlah pergi lagi. Sesungguhnya aku yang merasa sendiri tanpa dirimu. Dan aku tidak kuasa menahan itu.

Comments
Post a Comment